
Kuliah Umum Kepondokan: Menanamkan Pemahaman Pondok kepada Santri Wati Baru
Setelah apel tahunan yang digelar pada Senin, 18 Agustus 2025, Pondok Modern An Najah melanjutkan rangkaian kegiatan dengan Kuliah Umum Kepondokan, yang dilaksanakan pada Senin malam, 18 Agustus 2025, bertempat di Masjid An-Najah. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memberikan pengenalan mendalam tentang pondok kepada santri wati baru secara formal, sekaligus menekankan nilai-nilai disiplin dan ukhuwah.
Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh lapisan pondok, mulai dari santri wati kelas 1 hingga kelas 6 TMI, para Ustadz dan Ustadzah pondok. Kehadiran semua pihak ini menciptakan suasana khidmat, serius, dan penuh rasa kebersamaan, menandakan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk santri baru, tetapi menjadi momen penting bagi seluruh warga pondok.




Acara dibuka dengan pemaparan dari Dr. Kiai M. Fadhil Anshari, M.Si., yang menjelaskan tentang apa itu pondok, makna pondok, dan siapa yang memiliki pondok. Dalam pemaparannya, Kiai Fadhil menyampaikan:
“Berdasarkan riwayat, dahulu ada seorang alim atau kiai yang menimba dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Beberapa orang datang kepada beliau untuk belajar, dan seiring waktu, jumlah orang yang ingin menuntut ilmu semakin banyak. Rumah kiai tersebut tidak lagi cukup untuk menampung mereka. Akhirnya, muncul inisiatif untuk mendirikan rumah-rumah atau pondok-pondok di sekitar rumah kiai. Dari sinilah, lahirlah konsep pondok. Jadi, yang membentuk pondok itu sebenarnya adalah santri dan santriwati yang belajar kepada kiai tersebut.”
Materi kuliah umum disampaikan secara formal dan mendalam, sehingga santri wati baru dapat memahami esensi pondok dan perannya dalam membentuk karakter serta akhlak. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan struktur organisasi pondok, tata tertib harian, serta kegiatan belajar-mengajar.



Selain aspek formal, kuliah umum juga menjadi momentum bagi santri untuk menanamkan rasa disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas. Peserta dapat merasakan langsung budaya dan atmosfer pondok, sekaligus belajar bagaimana berinteraksi dengan sesama santri dan guru secara penuh adab dan hormat.
Dengan berakhirnya kuliah umum ini, para santri wati baru diharapkan lebih cepat beradaptasi, memahami peran mereka, dan siap mengikuti seluruh kegiatan pondok dengan kesungguhan. Kegiatan ini menegaskan bahwa Pondok Modern An Najah menekankan pembentukan karakter, penguatan ukhuwah, dan pengenalan budaya pondok sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu dan membangun akhlak.
